Healing Process

Salah satu perbedaan yang gue rasakan antara sekolah di Indonesia dan Australia adalah betapa peduli-nya mereka dengan permasalahan kesehatan mental. Yes, mental health is a big issue. Disini kita diajarkan untuk sensitif terhadap orang lain. Being kind is a positive attitude to acknowledge that your friends are having a problem. I have to admit, being an international student is not easy. Permasalahan pressure beban kuliah, gegar budaya, and how to handle loneliness (far away from home etc), dan masalah lainnya.

Admit all of those problems is take courage. Karena tidak semua orang berani mengakui kalau ada sesuatu yang salah di diri dia. Kemudian mencari pertolongan juga bukan hal yang gampang. Kalau di Indonesia, seek professional helps langsung diasosiasikan sebagai kelemahan iman. Namun disini, people di encourage untuk pergi ke counselling center.

As someone yang baru-baru ini mengakui kalau ternyata saya juga tidak lepas dari masalah, saya pun berniat untuk menulis disini sebagai bagian dari healing process. It’s not easy to admit that you have problem. Especially because there are things that beyond your control. Feeling weak is really something that I hate to admit. As someone that always looks strong, happy and cheerful, this powerless feeling is really uncomfortable. Cuman seorang kawan mengatakan kepada saya, mengakui kelemahan pun juga bagian dari menjadi kuat. Menjadi lemah bukan berarti kalah dan menyerah.

Berdamai dengan diri sendiri adalah sesuatu yang harus saya lakukan sendirian. Walaupun ada banyak kejadian yang membuat saya beyond happy dua minggu terakhir ini, ketika saya bangun di Sabtu pagi saya sadar masih ada perasaan tidak enak di hati saya. External happiness is not the answer to solve the problem. What you need is to make peace with yourself. Kabur dan melupakan masalah pun juga bukan jalan keluar-nya. I thought dengan ‘pura-pura’ lupa dengan apa yang terjadi akan menyelesaikan masalahnya. Ternyata tidak, saudara-saudara! LOL
Well, at least now I know how big the problem is because it is still disturbing me. And I know this is something that I have to do ‘by myself’.
Point lainnya adalah, saya jadi belajar sabar. Untuk pulih sepenuhnya butuh waktu yang tidak sebentar. Kelemahan saya adalah saya mau hasil yang cepat dan tuntas. Well, this won’t work that way, Tami! But a little appreciation for small achievement is still needed 😀

So, for all of you out there that having your own battle. Welcome to the club, mates! Remember, you are not alone. Ask for help if you need. And always be kind to others. For me, helping others is also one of the way to ‘help’ yourself.

Cheers!

Happy Sunday, peeps. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s