Catatan Delf A1

Bonjour !

Akhirnya nilai Delf A1 yang gue tunggu-tunggu itu keluar juga. Setelah sebulan persiapan sambil menangis (karena bahasa Perancis susah banget huhu) alhamdulilah dapat hasil yang menggembirakan. Memang sih baru Delf A1, tapi tetep aja susah kalau enggak belajar dan enggak ada persiapan hehe.

Jadi ceritanya dari akhir tahun 2014 kemarin gue ikut les Bahasa perancis di IFI Thamrin every Sunday morning (kebayang gak tuh effort-nya haha). Tentu aja ujian Delf A1 yang gue ikutin adalah ujian paling dasar dalam strata ujian berbahasa Perancis-an hihi. Level Delf sendiri terdiri dari A1, A2, B1, B2. Nah kalau buat kamu yang ingin kuliah itu ada level sendiri yang harus ditembus yaitu C1.

Karena gue pernah janji kalau ujian Delf A1 gue dapat hasil yang memuaskan maka gue akan mengupas tentang ujian Delf A1 itu sendiri.

Seperti tes bahasa asing pada umumnya, Delf A1 juga menguji kemampuan mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara. Masing-masing bagian memiliki maksimal skor 25. And you have to passed each for minimum 5/25 which means in total you have to get minimum 50/100 for the test.

Mari gue bahas satu persatu…

Compréhension de l’oral
Pertama test yang akan dihadapi adalah listening section atau compréhension de l’oral. Buat yang merasa orang Perancis ngomong kayak kumur-kumur silahkan angkat tangannya! Haha. Bagian ini hanya terdiri dari 4 bagian dan waktu untuk mengerjakan adalah 20 menit. Enggak ada saran yang lebih jitu selain perbanyaklah mendengar audio berbahasa Perancis, mau lagu kek, mau film kek, terserah. Kesulitan terbesar gue adalah soal yang berbau angka. Menjelang ujian gue rajin banget dengerin lagu bahasa Perancis. At least, lumayan membantu gue supaya kuping gue terbiasa mendengar bahasa tersebut.

Compréhension des écrits
Terdapat 4 bagian dan waktu mengerjakan sekitar 30 menit. And I got perfect score in this section haha *kok sombong. Keempat bagian tersebut biasanya terdiri dari menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan yang tersedia (bisa kartu pos, peta jalan, jadwal atau agenda TV, etc). It’s quite easy since jawabannya pasti ada di bacaan. Tapi ya gue bisa sampai tahap “easy” juga melalui tahap “memahami konteks pertanyaan” dulu sebelumnya. Minimal tau bedanya quand, qui, quel, pourquoi, comment, etc.

Production écrite
Bagian ini adalah salah satu bagian nyebelin karena kita harus nulis dalam bahasa Perancis. Sebenarnya cukup mudah karena disini terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama kita harus mengisi formulis (standar ngisi nom, pronom, date de naissance, addresse personelle, etc). Bagian kedua kita menulis surat (biasanya invitation atau membalas invitation) yang terdiri dari 40-50 kata.

Production orale
Ini adalah salah satu ujian dengan momok yang paling bikin deg-degan dan mules. Ada 3 bagian di tahap ini. Pertama, kita akan memperkenalkan diri (nama, umur, pekerjaan, alamat, hobi, semakin panjang semakin oke asal gak out of context dan tentu-nya berbahasa Perancis dengan benar). Kedua, kita akan memberikan pertanyaan kepada examiner berdasarkan card yang berisi kata-kata pilihan (contoh: voiture, restaurant, etc). Ketiga, kita akan diberikan pilihan situasi untuk dipresentasikan. Misal di toko buku, kita jadi pembeli dan si examiner jadi penjual.

Kira-kira contohnya seperti ini:

Tips dari gue adalah: belajar dan latihan sebanyak-banyaknya. Just google “exemple pour Delf A1” atau di Youtube juga banyak yang suka ngasih tips-tips kece.

Salah satu link yang provide contoh latihan untuk Delf adalah di sini.

Akhir kata buat yang akan melalui Delf A1, bon courage! Gue aja yang dodol (kalau dibandingkan teman-teman gue) bisa dapat nilai yang lumayan kok. Minimal kalau udah bisa melewati Delf A1 bisa lah belanja di pasar pake bahasa Perancis haha. Atau enggak nulis hal-hal sederhana dalam bahasa Perancis.

Terus buat yang udah pernah ikut Delf A2, share please~ Haha :))

Bon nuit!

IELTS? Difficult or Easy?

Sebagai salah satu pejuang beasiswa #cailah, maka tidak ada salahnya menulis mengenai proses mengejar beasiswa tersebut. Lagian, sharing is caring and of course I would be very happy if someone found this post helpful. Anyway, kenapa topik pertama adalah IELTS? Karena tentu-nya, apabila memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri syarat yang utama (bagi sebagian besar) adalah mengikuti English Proficiency Test. Kalau dulu jaman SMA dan kuliah, TOEFL adalah momok yang sangat menakutkan. Ternyata lembaga yang mengadakan TOEFL dianggap kurang capable untuk menguji kemampuan Bahasa Inggris karena tersangkut sebuah kasus, maka ujian IELTS pun menggeser momok TOEFL tersebut.

Pengalaman gue sendiri dalam menjalani proses persiapan dan ujian IELTS sebenarnya adalah tahun 2014. Alhamdulilah, hasil IELTS yang dicapai paling enggak melewati ambang minimal. Rata-rata pihak universitas atau beasiswa mensyaratkan nilai IELTS overall score 6.5 dengan masing-masing test tidak boleh dibawah 6. Tapi ada beberapa universitas yang mensyaratkan harus memiliki nilai IELTS 7.

I know I maybe not the expert of this IELTS things, but let me share some helpful stuffs for you who want to study abroad and need to pass the test.

Jadi apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menjalani test IELTS?

  1. Tahu tujuan kamu. Apakah ingin melanjutkan sekolah? Kalau iya, dimanakah tujuan Universitasnya. Di setiap web universitas mensyaratkan IELTS yang berbeda-beda. You should check it first before set the target.
  2. Siapin modal. Yep. Test IELTS selain tidak mudah adalah tidak murah. Biaya test-nya sendiri adalah USD 195. Dengan dollar yang sedang melambung tinggi saat ini maka USD 195 bila dibayar dengan kurs rupiah menjadi sekitar IDR 2,5jutaan. Bukan tidak mungkin kamu ujian lebih dari sekali karena tidak mencapai hasil yang dibutuhkan. Belum lagi kalau ikut kursus persiapan IELTS.
  3. Tentukan jadwal ujian. Dalam setahun terdapat jadwal ujian yang sudah ditentukan oleh beberapa lembaga yang menyelenggarakan IELTS test seperti IALF , IDP dan British Council. Dengan menentukan jadwal ujian, kamu jadi tahu butuh berapa lama untuk mempersiapkan diri. Dan hey, menentukan jadwal ujian sangat penting karena hasil IELTS keluar 2 minggu setelah ujian selesai. Siapa tahu kamu butuh hasil IELTS cepat kan?
  4. Ketahui tipe belajar kamu. Apakah kamu tipe otodidak yang bisa belajar sendiri? Atau butuh bimbingan? Kalau gue sendiri adalah tipe orang yang butuh dibimbing. Bukan berarti tidak bisa belajar sendiri ya. But at least you know you walk on the right path. And you have someone or a tutor to discuss. Join a preparation class will give you a chance meet new friends who has same dreams and will encourage each other to get the best result.
    Kalau kamu mau ikut preparation class, terdapat beberapa lembaga di Jakarta yang cukup mumpuni: IALFIDPBritish CouncilAIM.
    Tipe Preparation Class berbeda-beda. Ada yang hanya satu minggu (5 pertemuan, 2 jam/hari), Ada yang satu bulan (2 jam/hari). Ada yang jam kerja atau after office hour, atau bahkan ada yang private class.
    Menurut saran seorang teman, lebih baik jarak antara kelas persiapan dan ujian janganlah terlalu jauh jadi semua pelajaran itu masih menempel di otak kita. Kalau gue sendiri mengambil persiapan satu bulan, setiap pulang kerja jam 7 hingga 9 malam. And lucky me, jadwal ujiannya tepat di akhir sesi kelas persiapan.
    Fyi aja, untuk daftar kelas persiapan pun kadang waiting list. Ada beberapa yang harus menunggu satu bulan hingga mendapatkan kepastian kelas. Alhamdulilah, pada saat hari Jumat saya mendaftar saya diinfokan kalau ada satu calon peserta yang membatalkan diri sehingga saya berkesempatan untuk langsung masuk kelas di hari Senin!! Mwahahah 😀
  5. Buat kamu yang tipe belajar otodidak. Ada beberapa web yang sangat useful dan membantu dalam persiapan IELTS. Well, ini gak cuman buat yang belajar otodidak ya. Untuk yang ambil kelas persiapan pun tetap harus belajar selain di kelas ya. Pertama adalah IELTS Blog dan Australia Network. Setidaknya link yang pertama sangat membantu gue karena bisa subscribe email mengenai jenis-jenis ujian IELTS yang dilaporkan oleh “murid-murid” di seluruh dunia. Jadi hampir setiap hari email saya dibanjiri email mengenai tips and trick dalam menghadapi IELTS, soal-soal yang keluar di belahan dunia lain ataupun success story dari peserta IELTS yang dapat band score 9.0! Wow!
  6. Know the structure of the test. Ujian IELTS terbagi menjadi 4 bagian yaitu Reading, Listening, Writing dan Speaking. Some says kalau Writing yang paliiiiing susah. Ada juga yang merasa Reading karena cepat ngantuk. At the beginning of my preparation class I felt weak for every section!! Listening? kenapa mereka ngomongnya cepet bangeeet! Reading? Sebagai orang yang sangat suka baca, gue merasa sangat sedih ketika sulit memahami teks bacaannya. Writing? Well, sebel gak sih liat task 1? haha. Speaking? yang ini alhamdulilah karena gue anaknya bawel jadinya masih bisa diatasi.
    Di saat itu gue tahu kalau ikut kelas persiapan aja enggak cukup. Harus latihan tiap hari! Know your weakness and strength. Pelajari tipe soal. Bikin strategi. Dan latihan!
    Untuk mengatasi listening, tiap hari gue dengerin podcast. Untuk mengatasi reading, gue membiasakan bikin review dari artikel di Jakpost, Jakarta Globe, The Economist etc. Untuk writing, pelajari tipe soal dan cara jawabnya. Dan yang pasti harus mencoba menulis untuk tahu hasil tulisannya.
    Setiap Sabtu gue menghabiskan waktu di perpustakaan tempat les gue, meminjam buku-buku untuk latihan, etc.
  7. Cari informasi sebanyak mungkin. Ke temen. Ke pacar. Ke saudara. Berbagi cerita dan pengalaman. You know, sharing is caring. Kalau kamu cukup care untuk berbagi informasi mengenai apa yang kamu ketahui dan apa yang kamu tidak ketahui, you will be surprised of what you get back in return. Either, another useful information, new friends, pray (yes, saling mendoakan itu penting lho), supports, etc.
  8. Berdoa dan pasrah. In the end, after all of your hard work, God’s hand will play the destiny for you. 🙂

So, that’s the general things that I hope it will be useful for you. Kalau ada yang butuh informasi lebih (seperti strategi menulis essay, e-book latihan soal, etc) just email me to prasetyo.tammi@gmail.com.

Dan apakah ujian IELTS sulit atau mudah? Well, I won’t say its easy. Tapi dengan persiapan yang baik dan usaha maksimal, Insya Allah bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Semoga ujian IELTS-nya sukses! Dan sekarang yang lagi gue pusingin adalah ujian DELF A1 yang akan gue jalanin awal bulan Juni nanti hahaha.. 😀 *tenggelam dalam kamus bahasa Perancis*