The One and Only: Junji Ito

Kalau boleh memberikan penghargaan tertinggi kepada pengarang Manga (atau cerita) dengan genre Horror/Thriller terbaik, maka penghargaan itu gue berikan kepada Junji Ito.

junji_ito_by_zdecemberz-d6vo27k

Manga pertama karangan Junji Ito yang gue baca adalah Uzumaki. Uzumaki bercerita mengenai sebuah desa di Jepang yang terkena kutukan oleh pattern berbentuk spiral. Dan semua bentuk spiral itu ada dimana-mana. Mulai dari pusaran air, gambar di dinding, rumah keong!!! hingga (if you notice) sidik jari kita! And everything went so crazy. It’s not really a happy ending. After I read it, I feel so depressed hahahaha. Ok, I was at very young age at that time (berasa sekarang udah tua).

uzumaki
aku benci spiral!

But still, I do admire him.

Selain Uzumaki, ada beberapa komik dia yang juga ‘khas’ dan fokus dengan tokohnya. Yaitu Tomie dan Souichi.

MoT6
the beauty Tomie

Tomie merupakan tokoh utama perempuan yang digambarkan sangat cantik. Dengan kecantikannya para pria selalu tertarik dengan Tomie dan akan menuruti permintaannya. Namun saking cantik dan cinta para pria tersebut pun akhirnya selalu berakhir ingin membunuh Tomie (sedih yes). Tapi lebih sedihnya lagi, Tomie tidak bisa mati. Dia akan selalu tumbuh dan hidup kembali. Bahkan bisa menjadi dua atau tiga! Bah! Satu Tomie aja udah ribet, gimana ada dua atau tiga?! Pelik hidup berbi.

junji_ito_s_souichi_by_sickandsad-d6ziqf2
Souichi

Kalau Souichi merupakan seorang anak bungsu yang bisa dibilang sangat eksentrik dibandingkan saudara-nya. Dia sangat tergila-gila dengan ‘ilmu hitam’, selalu ngemut paku di mulutnya (pasti kepikiran pernah luka gak nih bocah. Jawabannya pernah kok. Gara-gara ditonjok mulutnya makanya pipinya bolong gara-gara paku), dan punya kemampuan mengutuk orang lain. Cerita Souichi suka maju mundur dan punya berbagai versi. Walaupun aneh tapi menurut gue cerita Souichi kadang lucu karena dia suka kena tulah sendiri akibat kerjaannya. Mulai dari sama istrinya (yang suka makan manusia) di makan. Atau kutukan yang dia buat malah balik ke diri-nya lagi. :)))

Sebenarnya ada banyak banget karya Junji Ito. Yang menjadi daya tarik dari Junji Ito adalah originalitas ide yang enggak bisa dipungkiri lagi. And he brings horror to a totally new level! Horror bukan hanya soal hantu atau kutukan. Tapi juga ke hal-hal yang sederhana seperti ikan yang punya kaki misalkan.

2ups3mq

Atau jerawat.. Iya, jerawat… -_-

j8fSc

Damn, he is really good. Dan ciri khas-nya jelas sih. Cerita-nya itu bikin depresi. 😀

tumblr_lkjnqhD2GR1qzdcgho1_1280

Baiklah, happy reading semuanya 😀

Casadina Restaurant & Bakery

Last week, I’ve been to the same restaurant twice. Why? Ya namanya juga kalau udah suka susah berpindah ke lain hati 😀 Haha, restaurant-nya selain tempatnya comfy, makanannya juga enak-enak.

Processed with VSCOcam with m5 preset

Pertama kali datang ke Casadina, gue sama temen-temen gue. Tujuannya emang nyari tempat yang bisa ngobrol lama sambil ngemil. Saat itu order Hot Choc Butterscotch yang rasanya………. well I think I finally found my love.

Hot Choc Butterscotch! Mon Favori ❤

Di kunjungan yang kedua berbekal mini research maka kami pun memesan Murgh Makani Butter Chicken dan Carbonara Pizza (sebenarnya waktu pertama datang udah coba pizza-nya, karena enak jadi pesen lagi). Yang spesialnya tentu aja si Murgh Makani Butter Chicken itu. Kalau keterangan di menu-nya merupakan “Famous Slow Cooked Masala Chicken in Creamy Tomato Gravy”.

Carbonara Pizza
Murgh Makani Butter Chicken

Rasanya? Gue bukan penyuka tomat seperti Aida ataupun masakan India. Tapi gue suka banget sama makanan ini apalagi bumbu-nya. Duh, enak banget *sambil nangis* sayang kurang banyak haha 😀

Sebenarnya pada saat kami makan disini ada kejadian lucu. Tujuan kami makan malam sebenarnya mau sok-sok romantic dinner. Karena beberapa minggu terakhir Husen sedang sibuk banget bekerja sampai larut malam (demi masa depan kami wkwkw #eh) maka gue pun berencana sok-sok surprise unyu buat dia. Jadi saat reservasi table di telpon, gue bilang sama resepsionisnya untuk menyiapkan kue di piring yang di decorate dengan tulisan “Congratulation for your new job“. Merasa persiapannya sudah matang maka gue pun santai-santai aja. For your information, I am the master of surprise. Bukannya sombong atau apa, tapi biasanya gue enggak pernah gagal dalam membuat surprise buat orang lain. Tanya aja Aida, gue bahkan lebih romantis dibanding pacarnya wkwkw.

Oke, anyway, sampailah kami ke Casadina. Setelah makan, menunggu beberapa menit, 15 menit, kok kue-nya ga dateng-dateng. Gue pun curiga kalau pesenan gue di telpon ga kecatet (atau orangnya lupa). Mana Husen susah banget disuruh ke kamar mandi atau menyingkir sebentar dari gue huhu. Jadi ketika dia ke kamar mandi, gue pun buru-buru panggil Waiter buat siapin kue dengan pesan “ditulis ya mas jangan lupa, saya udah bilang ditelpon”.

Husen pun kembali ke tempat duduk, gue udah senyum-senyum sendiri karena menyangka surprise gue berhasil. Namun, tiba-tiba background music di Casadina berubah menjadi lagu Happy Birthday dan beberapa waiter membawa kue yang dikasih lilin sambil menyanyikan lagu Happy Birthday! HUAHAHAHAHAHA. Muka gue merah saking malu, geli dan macem-macem. Husen? Dia cuman bengong kebingungan. Sampai akhirnya kue dibawa ke meja, dia diselamatin ulang tahun, gue suruh dia tiup lilin, baru deh gue cerita rencana awal gue sebenarnya. Dan dia pun terbawa terbahak-bahak. Aselik!! Ini pertama kali gue buat surprise, gue yang jadi surprise!!!! Hahahahaha *ketawa guling-guling*

Jadi teman-teman, kalau mau cari tempat buat surprise ulang tahun yang niat silahkan ke Casadina. Their staffs are really nice and very helpful. 😀 Tempatnya juga comfy banget. Kalau duduk di sofa bisa dipastikan akan males untuk bergerak saking enaknya (atau emang kami yang males gerak aja) hihi.

But, thanks Casadina for the experience. 🙂

Casadina Kitchen & Bakery
Apartemen Rasuna, Tower 17,
Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta

Click to add a blog post for Casadina Kitchen & Bakery on Zomato

You’ve Got Mail

Image

 

Sebagai anak generasi 90-an, rasanya ketinggalan jaman banget karena belom pernah nonton film Sleepless in Seattle dan You’ve Got Mail. Kedua film tersebut disutradai oleh Nora Ephron dan dibintangi oleh Tom Hanks dan Meg Ryan. Maka weekend kemarin nonton dua film lawas tersebut dengan ekspektasi Sleepless in Seattle lebih oke daripada You’ve Got Mail (karena hampir semua orang berbinar-binar saat ngomongin Sleepless in Seattle). But, for me You’ve Got Mail itu lebih bagus! Banget! Sampe weekend kemarin gue tiga kali nonton film itu!

Sleepless in Seattle menurut gue kurang rasional dari alur cerita dan chemistry antara Tom Hanks dan Meg Ryan. Oke deh, mungkin banyak orang yang bisa simpati denger kisah seseorang dari radio but helloooo love at first sight with the exact person ?? Intinya, ekspektasi gue terlalu tinggi buat film ini.

Lain ceritanya dengan You’ve Got Mail. Gue jatuh cinta banget sama chemistry Tom Hanks dan Meg Ryan. Alur cerita-nya, twist kisahnya, sampai quote The Godfather yang dikutip Tom Hanks. Film ini mengisahkan Kathleen Kelly (Meg Ryan) si pemilik toko buku kecil yang harus bersaing dengan Joe Fox (Tom Hanks) pemilik mega book store yang baru dibangun di seberang  toko buku-nya Kathleen. Ternyata walaupun di kehidupan nyata mereka saingan dan suka gontok-gontokan, tapi tanpa mereka sadari mereka senang mengirim email terhadap satu sama lain tanpa mengungkapkan identitas asli.

What if the person you love is your worse enemy?

Yang paling gue suka dari film ini adalah ketika adegan Kathleen sedang menunggu NY152 (username Joe Fox di email) di sebuah kafe untuk kopi darat. Yang nyata-nya malah Joe Fox yang hadir (the last person on Earth that Kathleen wanna meet), shock mengetahui kenyataan kalau Shop Girl yang dia sukai adalah rival-nya, tapi tidak bisa menghindari kalau Joe sebenarnya tertarik dengan Kathleen. Sedihnya adalah di momen tersebut Kathleen yang selama ini tidak pernah bisa mengungkapkan kekesalannya kepada Joe Fox akhirnya berkata kasar “You are nothing but a suit” kepada Joe. It was a heartbroken moment karena Kathleen merasa orang yang dia tunggu tidak hadir malah bertemu musuh bebuyutannya hingga berkata kasar untuk mengungkapkan kekesalannya. Sementara Joe mengetahui orang yang dia sukai ternyata rivalnya dan harus menerima dikatai seperti itu.

Setelahnya dua email ini yang paling gue suka:

“I’ve been thinking about you. Last night I went to meet you and you weren’t there. I wish I knew why, I felt so foolish. And as I waited, someone else showed up.  A man who has made my professional life in misery. And an amazing thing happened. I was able,for the first time in my life to say the exact thing I wanted to say at the exact moment I wanted to say it. And of course,afterward I felt terrible just as you said I would. I was cruel and I am never cruel.  Eventhough I hardly believe what I said mattered to this man. To him, I am just a bug to be crushed. But what if it did? No matter what he’s done to me, there is no excuse for my behavior. Anyway, I so wanted to talk to you. I hope you have a good reason for not being there last night. You don’t seem like the kind of person who’d do something like that. The odd thing about this form of communication is that you’re more likely to talk about nothing than something. But I just want to say that all this nothing has meant more to me than so many somethings. So thanks.”

“Dear Friend, I cannot tell you what happened last night. But I beg you from the bottom of my heart to forgive me for what happened. I felt terrible that you found yourself in a situation that caused you additional pain. But I’m absolutely sure that whatever you said last night was provoked. Even deserved. Everyone says things they regret when they’re worried or stressed. You’re expecting to see someone you trusted and met the enemy instead. The fault is mine. Someday I’ll explain everything. Meanwhile, I’m still here. Talk to me”.

Dan You’ve Got Mail fix menjadi film favorit gue setelah Love Actually dan A Lot Like Love.

Film ini mengisahkan bagaimana seseorang bisa jatuh hati dengan karakter seseorang yang dikenalnya melalui internet, mengobrol lewat chat dan email. Sebagai anak yang tumbuh besar dengan internet gue ngerasa cerita ini dekat banget dengan kehidupan gue. Gue masih inget waktu dulu nge blog di blogpost (ketika masih jaya jadi blogger haha) bisa kenal banyak orang dan bisa merasa dekat satu sama lain karena cerita yang mereka bagi di blog. Mulai dari blog, suka chatting bareng dan ada beberapa yang jadi kawan beneran.

That was good old times